Selamat Datang Orang Gila !!! .:: Welcome Lunatic ::.

Domain Name System

DNS(Domain Name System) atau sistem penamaan domain(id), merupakan servis yang mempermudah memetakan dari IP Address ke dalam sebuah nama host/komputer atau sebaliknya dan membantu kita untuk mengingat komputer dalam jaringan(internet) yang saling terhubung. Bisa dibayangkan jika tanpa adanya servis ini tentunya kita akan kesulitan untuk mencari alamat suatu komputer yang terhubung ke internet/intranet berdasarkan IP Address(angka dengan format notasi bertitik), hal tersebut dikarenakan manusia lebih mudah menghafalkan sesuatu berdasarkan nama daripada berdasarkan angka.

Sejarah
Awalnya pada ada tahun 1970-an Arpanet terdiri dari baberapa ratus komputer/host, mereka memetakan alamat ke dalam nama host yang tehubung ke dalam jaringan dengan menuliskan pada sebuah file HOSTS.TXT yang di tempatkan pada masing komputer, jika di Unix dikenal dengan /etc/hosts. Tentunya dengan metode ini akan sangat menyulitkan administrator jika jaringan tumbuh menjadi sangat besar.
Paul Mockapetris adalah orang pertama yang mengusulkan sistem database terdistribusi yang dinamakan DNS. DNS menyimpan informasi nama host atau nama domain dalam bentuk basis data yang terdistribusi, dimana struktur tersebut menginjinkan mengontrolan database secara lokal dari segmen tersebut.

Database yang terdistribusi
Di internet penamaan host dibuat secara bertingkat yang dapat di analogikan seperti pohon bercabang, dimana setiap cabang terdapat cabang lagi dan setiap cabang diberi tabel yang disebut domain. Dalam pendistribusiannya domain dibagi ke dalam zona-zona dan masing-masing zona meliputi seluruh host di bawah domain tertentu. Dalam zona tersebut terdapat sebuah server(Authoritative Nameserver) yang didelegasikan oleh DNS induknya(zona diatasnya) untuk mengelola zona tersebut atau mendelegasikan lagi ke zona dibawahnya(subdomain). Dalam DNS terdapat dua jenis nameserver yaitu :

1. Primary Nameserver, yang bertugas menangani zona tersebut dan menyimpan informasi (database) zona dalam hardisk lokal, data ini disebut zona file.
2. Secondary Nameserer, bertugas mereplikasi data zona yang ada di Primary Nameserver, pembaruan data tersebut disebut sebagai zona transfer,Secondary nameserver juga sekaligus sebagai backup dari Primary Nameserver.

Penamaan yang bertingkat
Dalam pemberian nama harus konsisten dan mencerminkan terdistribusinya data tersebut, domain paling atas disebut dengan root domain yang di beri nama/dilambangkan dengan "." (titik) dan domain dibawahnya disebut Top Level Domain(TLD), Misal kita menuliskan nama domain secara lengkap atau FQDN(Fully Qualified Domain Name) mulai dari nama host sampai tanda titik seperti berikut :

www.postnix.or.id.
maka bisa di jabarkan :

* - . sebagai root domain
* - id sebagai TLD
* - or sebagai subdomain dari domain id.
* - postnix sebagai subdomain dari or.id.
* - www host/subdomain dari domain postnix.or.id.

Proses pencarian alamat
Didalam komponen DNS selain nameserver terdapat komponen lain yaitu resolver yang merupakan aplikasi yang bertugas menjawab pertanyaan domain dari aplikasi di klien dengan cara melihat isi cache atau menanyakan ke nameserver luar dan kemudian menginformasikannya ke klien tersebut, pada proses pencaraian alamat tersebut dikenal sebagai name resolution. Jadi misal kita di browsing di internet dan ingin mengakses situs tertentu maka komputer kita akan menghubungi DSN server dan kemudian DNS server tersebut akan melakukan proses name resulution dan jika di temukan akan memberikan jawaban letak alamat webserver tersebut ke komputer kita, selanjutnya komputer kita akan berkomunikasi langsung dengan webserver tersebut. Berikut ini contoh gambar name resolution:




Dalam mencari Jawaban atas permintaan dari resolver diatas maka nameserver melakukan proses iterasi (iterative query) dengan menelusuri nameserver lain satu persatu berdasar referensi dari name server lain.

Salah satu software DNS yang Opensource dan terkenal adalah BIND(Berkeley Internet Name Domain), selain stabil kita bisa mendapatkan secara gratis beserta manualnya di :

http://www.isc.org/products/BIND/.

Pada tutorial berikutnya akan dibahas cara membuat DNS server menggunakan bind yang di chroot untuk alasan keamanan dan dilengkapi kontrol rndc key.

CMIW

Refrerensi :

- http://id.wikipedia.org
- dll

Menurut anda tentang blog ini?